sebenarnya hidup itu apa?
terkadang saya mencoba mensyukuri apa yang saya miliki. namun ketika ini semua menjadi berbeda dari yang saya harapkan, yang ada lebih banyak keluh kesah dan rasa iri
apa yang membuat saya iri? lagi lagi permasalahan utamanya adalah materi.
entah mengapa hanya karena hal terebut, segalanya menjadi begitu berbeda.
padahal, materi bukan lah hal yang sepenuhnya memberikan kebahagiaan. kebahagiaan letaknya lebih kepada kepuasan batin. baik itu rasa sayang, kepuasan diri setelah melakukan perbuatan baik, dan lain lain.
namun, manusia sekarang telah berubah. kebahagiaan memang bukan serta merta materi semata, namun materi adalah pangkal dari kebahagiaan itu sendiri.
rasanya sangat jarang ada manusia yang menyayangi seseorang tanpa kemampuan materi yang baik. oke jika diawal-awal hubungan tersebut muncul kata-kata "saya menerima kamu apa adanya"
tapi sampai kapan kata-kata tersebut dipegang? jangankan sampai menikah, bisa bertahan lebih dari satu tahun itu sudah bagus.
manusia pada dasarnya adalah mahluk ekonomi, mereka tidak akan pernah merasa puas atas apa yang mereka dapat.
oleh karena itu, materi dapat mengembangkan keinginan manusia untuk mendapatkan kebahagiaannya.
saya sudah 25 tahun hidup di dunia ini. kehidupan saya juga tidak terlalu dipenuhi dengan kejadian dramatis, namun seluruh roda kehidupan mungkin pernah saya rasakan
kaya, miskin, pintar, bodoh, baik, nakal, bahagia, sakit hati seluruhnya pernah saya alami secara bergantian.
kehilangan kekasih sekaligus teman terbaik adalah puncak kehidupan saya saat ini.
saya struggle menghadapinya meskipun didepan orang lain saya mencoba untuk tenang. namun terkadang saya tidak dapat menahannya,
terkadang saya sangat membutuhkan seseorang untuk mendengar segala keluh kesah saya.
saya tidak pernah punya mereka yang dapat dan mau mendengarkan cerita saya, posisi saya sebagai orang yang dapat memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan orang lain membuat saya tidak terbiasa mencari jawaban atas masalah saya sendiri.
dan saya sudah tidak tahu lagi bagaimana saya dapat mencari teman yang baik, sulit sekali.
saya sedang dibayangi ketakutan yang saya tidak inginkan, tidak punya siapa-siapa.
hanya teman kantor yang dapat membuat saya tersenyum, disamping pekerjaan yang menumpuk.
semoga ada seseorang yang akan datang untuk saya. saya harus tetap mencarinya...
saya tidak ingin ketika saya meninggal kelak, tidak ada yang mengangkat jenazah saya...
(dibuat setahun yang lalu, ketika sedang termenung sambil menikmati kopi hangat di sebuah Kafe di bilangan Jakarta)